12/26/18

My Life Rewind 2018

Akhir tahun memang waktu yang paling tepat bermuhasabah mengingat semua ya g terjadi dari awal berjumpa 2018 hingga detik ini di malam ini saya kembali   terajak untuk menuliskan semua perjalanan tahun ini, terlalu lama saya tidak menulis hingga kaku rasanya berjumpa dengan kata, seperti sebuah rindu namun tak tersampaikan.

Baiklah ijinkan saya menceritakan perjalanan singkat tahun ini yang sepertinya baru kemarin 2017 pergi eh kini 2018 pun akan pergi, mencatat sebuah amal membungkus semua perilaku, segala bentuk nafas jejak dan apapun itu tersimpan di Flashdisk yang tidak akan eror atau hilang data selamanya hingga tiba hari pembalasan

Januari, apa yah sepertinya saya lupa hal apa yang terjadi di bulan Januariku oh iya mencari inspirasi judul skripsi yang cocok  buat 6 judul persiapan di tolak lalu hingga lahirlah satu judul baik itu about "mediasi" sesuatu yang tak ingin di jumpai banyak orang namun terkadang jika ego sudah memang mediasi adalah langkah awal mencari titik persoalan, bulan Januari hanya mengajarkan tentang bertahan menyapa pagi terus menerus alias menikmati peran menjadi pembina di asrama di sekolah Putri Darul Istiqamah

Februari, saya DOWN sahabat seperjuangan shift di asrama dek hikmah sepertinya fix resign makhluk langka dengan otak puitis berjumpa dengan saya yang apatis, di asrama jadi boring dan perlahan berjalan lurus menikmati taqdir kalau insya Allah saya bisa tanpa hikmah di asrama, feb datang makin membuatku mandiri dan pertahan dengan diri sendiri tanpa bergantung dengan siapapun. Selain ujian kehidupan ternyata ujian sesungguhnya saya hadapi Februari bulan Yudisium saya, berbulan bulan ngedit skripsi bolak-balik tempat penelitian di pengadilan agama maros terus drama dosen pembimbing belum lagi keegoisan bapak dosen penguji dan betapa haus dan laparnya menjadi mahasiswa akhir yang terus membutuhkan uang, sepertinya feb kamu menguncang saya hahaha tetapi setelah itu saya dapat hadiah kecil namanya "btmff" (cek Highlight di IG) ini tuh istimewa bukan karena perjalanannya tapi tentang pengalamannya dan tentang btmffnya pokoknya saya love feb deh

Maret,  sambil menunggu hal istimewa menghabiskan waktu dengan aktivitas yang terus berulang-ulang dengan khidmat, Maret ada UAS ( Ustadz Abdul Somad) otomatis sibuk mempersiapkan itu semua oh iya maret bulan di mana anak-anak makin sulit di bangunkan.

Hello April be A good please bulan UNnya anak-anak tiba-tiba dekat saja dengan ramadhan berarti dekat pula graduate santri waktu paling berat bukan karena hanya berpisah dengan mereka tetapi berhentinya hak dan kewajiban seketika kepada mereka, hingga mereka seperti burung merpati putih yang terbang ke arah manapun mereka inginkan dan semoga segera kembali menyapa rumah mereka, Sekolah ini asrama ini.

Assalamualaikum Mei, waktu memang kadang membuat kita bingung, membuat kita menggerutu terlalu lama atau melow karena merasa waktu begitu singkat Ramadhan Tiba sekaligus Graduate di tengah bulan suci makin sempurna dan pecah seluruh tangis bisa bayangkan santri yang sudah kita anggap anak menjadi bagian hidup 3 tahun terakhir hingga harus merelakan mereka, pokoknya kesedihan karena lulusnya murid sulit di jelaskan jika kamu bukanlah seorang guru. Libur panjang tiba, Raker, Itikaf, masjid Jami, THR pertanyaan "kapan nikah"  dan banyak lainnya..... Hingga terpasanglah spanduk di gerbang sekolah Selamat datang santri baru.

Juni Hp baru Xiomi Note 5 A padahal ngidamnya Oppo F5 rejekinya Alhamdulillah di Xiomi uang sendiri dong, dan say goodbye to Samsung J2 yang sudah menemani masa kuliah yang menganti posisikan blackberry yang hits itu, Makasih Sung J2 sekitar 3 tahun mendampingi saya ku pindahkan kau ke ummi yah sisa ganti betrei saja 🤗 oh iya santri baru, amanah baru, formasi pembina baru, daily aktivity baru, kepala asrama baru dan bibit bibit generasi Rabbani yang baru, bulan ini saya fokusnya ngediamin santri yang nangis, memberikan penguatan, temani di kamar sampai tertidur pulas, temani cerita sampai bisa tidur lebih awal, ehemm dorm moving on new student

Juli, masih hectic dengan dunia santri baru di asrama, masih semangat baru walaupun agak anek karena formasi berubah, ngak ada kak Marda Bu Mina dan hikmah di asrama tapi perlahan di enakkan saja ada afnaimah dan dini adik kelas dulu, menyusul muthia jadi ramai lagi asrama yang istimewa di Juli sepertinya baik baik saja oh iyaa Juli lahirnya keponakan pertama saya Andi Ahsan Tenribali rumah pertama kalinya ada suara tangisan bayi.

Agustus really come bulan kemerdekaan its spesial sekedar mengikuti kegiatan sekolah, lomba, manasik haji, Ied adha dan lainnya. santri barunya just started to get used to the rules of the boarding house

September ceria bermain bersama keponakan bercerita sana sini, melangkah maju mundur dan segala kemarau indah ditengah perjalanan, September diam bukan berarti tak ramai dia datang membawa setangkai senyum lalu kembali pulang membawa sebuah mobil pohon

Oktober , time went on and finally met this month perjalanan memang selalu demikian terasa lama saat masih di jalani dan terasa singkat sejak menjadi kemarin. Bulan ini saya habiskan bolak balik dokter gigi menuntaskan kejenuhan menikmati setiap hari gigi yang bolong.
in the dorm there must be a saturation of misunderstanding the problem and miss communication, boredom that gave birth to boredom to still pretend to be good

November, I was born again setiap berjumpa bulan ini bawaannya selalu merasa lahir kembali bukan berarti kembali tidak tau apa-apa tetapi semangat lahir kembali untuk menjalani kehidupan biasanya titik terjenuh adalah bulan ini, karena adanya penambahan angka yang membuat saya harus jauh dari sikap childish, tidak terpungkiri waktu main yang Allah berikan cukup lama 25 tahun berharap ini tahun terakhir saya bermain dengan zona nyaman saya, dari awal saya belum pernah memikirkan untuk membuka hati tetapi di tahun ini akhirnya saya akan membuka hari untuk penantian saya. Bulan ini bulan "btmsf" banyak hal baru yang saya pelajari dan terima di bulan ini. Terima kasih November dan selamat datang hujan

Desember, self-introspection well, time seems to be just a second from the greeting "welcome January" akhirnya akhir tahun kembali menyapa walau ini hanya sekedar persoalan waktu yang mampu menusuk "sudah ngapain saja di tahun ini, be a good or bad orang orang bilangnya "gimana resolusinya beres?" Saya tidak punya resolusi 2018 saya lupa membuat di Januari hingga hanya berjalan dengan seiringnya irama saja tanpa sesal tanpa tanya. Intinya desember seperti boom atom yang mengeluarkan dari zona waktu yang ternyata saya tidak ngapa ngapain untuk diri saya sendiri.

Saya terlalu santai hingga sulit percaya bahwa seluruh mimpi mimpi saya berlahan gugur satu persatu dan menerima kenyataan kalau hanya di sini dan hanya ada di sini, segala sesuatu yang sudah pernah saya lalui, tidak ada sedetikpun saya sesalkan kecuali khilaf dan dosa saya bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada saya tetapi malu dengan dosa yang makin menggunung, astaghfirullahal adzim ampuni saya Ya Allah, begitu hinanya seorang hamba seperti diri ini, gelap malam ini menemani kesunyian hati tetapi adanya diriMu ya Allah ku mohon  limpahkanlah segala nikmat itu kepada kami semua tak terbayangkan jika engkau mengangkat segalanya hancurlah  segalanya.

Insya Allah saya berjanji akan menjadi hamba yang jauh lebih baik lagi, hamba yang lebih bersyukur lagi, anak yang lebih taat lagi, guru yang lebih teladan lagi, perempuan yang lebih sabar lagi, pelajar yang lebih giat lagi, kawan yang lebih pengertian lagi, keluarga yang lebih hangat lagi, serta ijinkan saya mencoba menjadi istri yang akan sholehah tahun depan ini. Aamiin aamiin ya rabbal alaamin

(Sabtu, 29 Desember 2018)
Kamar pembina lantai 2
Pukul 0.00

ku ingin ke jogja

Lebih baik tak pernah ada temu dari pada harus merindu berjumpa Lebih baik tak ada kenangan dari pada lelah harus terus mengenang Tidak  Leb...