Tampilkan postingan dengan label Ayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayah. Tampilkan semua postingan

12/20/16

Tengkyu Riu

Ini kisah nyataku tentang masa kecilku dan boneka beruang kecil di tengah hujan deras

Semenjak kecil aku sudah terbiasa hidup apa adanya dan selalu menahan kemauan apapun itu karena aku sadar banyak pinta takkan mampu terwujud dengan mudah sehingga setiap berharap sesuatu dari Ummi aku telah yakin pasti sangat sulit mendapatkannya iya aku ulang kembali aku adalah anak bungsu yang sejak berusia sembilan bulan di tinggal Bapak dengan keuangan apa adanya.

Anak kecil mana yang tak suka boneka apalagi anak perempuan yang memiliki dua kakak laki-laki yang suka bermain mobil-mobilan sejak dahulu aku selalu berharap mempunyai boneka ingatanku cukup bagus sebelum masuk taman kanak-kanak aku masih sangat berharap aku memiki satu boneka dan aku adalah tuannya

Pernah sekali aku menemukan kepala boneka barbie di tengah jalan dan dengan bodohnya aku mengambilnya dan bermain bersamanya tapi saat di lihat Ummi malah di buang dan katanya itu mainan rusak

Keesokan harinya kawasan rumah kami memang sangatlah berlangganan banjir setiap hujan deras berturut-turut maka pastinya kami kebanjiran, setiap banjir pasti Riu tak pulang Riu adalah anjing milik sepupu aku yang kebetulan rumahnya seblahan dengan rumahku kalau banjir Riu pasti menghilang hingga banjir redah dia anjing yang sopan dan penyanyang tidak galak dan pemarah tapi tetap saja kadang aku takut padanya secara umurku masih lima tahun

Setelah keesokan harinya banjirpun redah matahati kembali bersinar banyak sekali sampah berserakan di halaman rumah, aku melihat-lihat ummi membersihkan halaman bersama tante ku dari kejauhan aku melihat riu kembali tapi ada sesuatu yang ia gigit sebuah boneka beruang kecil yang penuh dengan lumpur tanah ia menjatuhkannya lalu pergi kembali

"Dari mana saja kau riu, kau membawa pulang boneka siapa" ucap ummiku mengambil boneka itu "ini masih bagus biar aku cuci"

Saat itu mungkin aku masih kecil tak tahu apa-apa aku senang sekali dan bahagia mendapatkan boneka yang sudah wangi setelah di jemur berhari hari
Aku juga mulai suka dengan riu saat itu saar sebelum dia pergi untuk selamanya

Konon kabarnya dia jatuh di sumur yang agak jauh dari rumah aku sedih memikirkannya jika dia masih ada mungkin dia sudah memiliki banyak cucu

Tapi saat dewasa seperti ini aku merasa lucu kembali melihat boneka yang menemani masa kecilku dia satu-satunya boneka yang aku miliki hingga kini dan yang baru aku sadari siapa pemiliki boneka ini jika dia adalah anak perempuan maka sekarang dia pasti gadis yang dewasa atau sudah berkeluarga

Maafkan aku yang mengambil hak milikmu ini semua gara-gara riu tetapi terimah kasih riu telah memberi mainan yang bagus dalam hidupku

Entah kenapa mainan ini masih terjaga sampai saat ini selalu ku amankan jikalau ada keponakan yang berkunjung ke rumah.


9/14/15

talk to me

Kalau ditanya kamu suka iri sama siapa sih?
Jawabanya pasti sederhana
"saya iri dengan anak perempuan yang diantar oleh bapaknya, atau anak perempuan yang membahas tentang bapaknya"
sesederhana itu?
"iya, kenapa? salah kalau saya cemburu dengan hal seperti itu?"
tidak salah sih cuma terlalu sederhana buat mereka yang durhaka pada bapaknya
tapi saya punya satu kebahagiaan
Apa itu?
untungnya namaku Fatimah, jadi saya selalu dikaitkan putri Rasulullah SAW
kamu bahagia karena itu?
iyalah, tidak semua orang dianugrahkan nama Fatimah
siapa yang memberikanmu nama?
bapak saya lah,,,
sekarang kamu membahas tentang bapakmu
iya. 
jadi kamu tidak perlu iri lagi, bahas saja bapakmu, kenangan apa saja yang ia simpan, sedikit apapun kenangan bersamanya, bahas terus dan ingat lagi
o iya yah
kenapa kamu menangis?
saya tidak menangis kok
lalu kenapa pipi kamu basah?           
Saya cuma yakin suatu saat saya bertemu dengannya dalam mimpi atau di Syurga Allah nanti 

ku ingin ke jogja

Lebih baik tak pernah ada temu dari pada harus merindu berjumpa Lebih baik tak ada kenangan dari pada lelah harus terus mengenang Tidak  Leb...