2/28/19

menjadi baik itu egois

Seorang guru pernah menasehati saya dan berkata setiap kita berjumpa dengan orang lain resap ilmu dari mereka pelajari pribadi mereka dan terima mereka dengan apa adanya karena kita tidak tahu jumlah waktu kita bersama dengannya bisa saja esok mereka pergi dan kita masih bertahan disini atau sebaliknya kita yang akan pergi dan berjumpa dengan orang lain diluar sana

Nasehat itu sangat membekas hingga setiap ada perpisahan, nasehat ini kembali teringat dan benar jarak hari kita di taqdirkan bersama tidak ada yang tahu bisa saja hari ini mereka masih duduk-duduk  sore menunggu bersama besoknya sudah tidak bersama namun yang menjadi pertanyaan sikap yang bagaimana yang kamu berikan kepada mereka? Kepura-puraan berbuat baik atau malah jujur menampakkan egois, jujur kali ini saya ingin berbagi cerita tentang berhentinya saya berpura-pura baik hingga ini tidak selaras dengan nasehat yang pernah saya dengar.

Baik di hadapan orang lain atau jujur ?
Tetapi bila jujur menusuk hati apakah saya menjadi orang terjahat?

Baik tapi pura pura!
Jujur tapi jahat!

Yang mana harus saya pilih?

Maka jawabannya adalah kamu harus kembali memperbaiki pribadi jumpai kembali banyak orang dan pelajari banyak sikap hingga kamu bisa menjadi orang yang
Baik karena jujur
Dan tidak pura pura karena itu jahat

Selamat belajar kembali 'saya' cobalah untuk tidak menyakiti hati orang lain, dan belajarlah untuk di sakiti oleh orang lain agar bisa jadi lebih baik agar bisa menjadi orang yang baik lagi jujur

Tetapi

Sampai kapan untuk selalu menahan diri dari orang yang bersenang senang dengan cara menyakiti jawabannya tenang saja justru merekalah orang yang paling tersakiti

Sampai kapan untuk selalu menjadi orang yang baik lagi jujur. sabar, dunia ini masih membuka banyak pendaftar untuk menjadi orang baik dan menutup pintu orang yang egois

Jadi saya bisa menjadi orang baik lagi jujur? Kapan itu terwujud sepertinya sukar 

Tenang saja setiap hari sampai kamu mati kesempatan menjadi baik itu selalu terbuka tergantung kamu sukses baiknya kapan kalaupun tidak berhasil sekiranya kamu pernah mencoba

Tetapi tunggu

Bukannya saya adalah manusia yang punya banyak stok keegoisan

Seperti kamu pesimis

Kamu jangan membahas keegoisan itu takkan berujung kamu bernafas saja ada seribu ego yang kamu tampakkan ibarat pohon, akar itu wujud egois paling kuat

Saya egois tak masalah, pura-pura baik itu keegoisan yang bagus

Sulit mengajak kamu berbicara

Nah sekarang saya tanya kamu saat ini jujur mengajak saya bicara atau cuma pura-pura baik agar saya mau bicara?

Bagi saya orang yang paling baik dan paling jujur adalah orang yang paling egois paling pura-pura karena di dunia ini di belahan bumi manapun manusia adalah makhluk paling egois baik atau jahat dia tetap egois

Karena itulah pura-pura baik adalah kebaikan agar bisa bertahan hidup.

Jika semua orang baik dan jujur
Siapa yang akan menyakiti
Di sinilah orang yang pura-pura baik secara diam-diam sedang menyakiti

Bumi ini masih butuh orang jahat yang jujur supaya memberikan kesempatan orang baik yang jujur agar tersakiti pula.

Hufffff

Sepertinya malam muda sudah hadir nanti kita cerita kembali saat malam tua tiba, menjadi baik itu egois

(Mohon maaf ini bukan bacaan yang bisa dibaca butuh dua orang untuk membacanya silahkan ajak orang yang bagimu pura-pura baik agar selaras saja)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ku ingin ke jogja

Lebih baik tak pernah ada temu dari pada harus merindu berjumpa Lebih baik tak ada kenangan dari pada lelah harus terus mengenang Tidak  Leb...