2/20/14

Percikan Dalam Luka


Sebuah pembahasan Luka yang kini mendalam tertanam bersama percikan percikan mencibir akan taqdir yang tak ku tahui awal atau akhir mulanya, sebuah bungkusan bungkusan hitam terlempar searah dengan langkah kaki yang mencoba tetap berdiri di tengah duri.
ini mengenai pernahkah kamu terluka dalam batinmu sendiri? kamu berteriak namun seseorang mendengar semua keluh kesah yang tertahan di bibirmu yang keluh tak bisa berkata karena ini bola hitammu
mundur tertusuk melangkah terbakar hingga kau hanya mampu melihat semua berjalan bebas sebebas bebasnya hingga ada jalur yang tak nyata bergabung.
aku dan kamu hilang Arah namun kamu harus kembali, kembalikan pada sang yang ingin menerima kamu satu satunya yaitu penciptamu jangan kau fikirkan sekumpula ciptaan Tuhan yang menaruh dendam bersama alur cerita yang mereka rancang masing masing untuk memuliakan mereka karena mereka Maha benar dan tak pernah jatuh Salah dan pemimpin pemimpin yang jauh dari watak Bijaksana hingga kini Kau akan tahu kalo hanya Allahlah Maha  Benar bukan kalian yang berbungkus Pakaian kesholehan.

Menaruh Malu pada kami yang pemalu, kau tawarkan kunci kebahagiaan yang terbuka hanya penyesalan mengapa kami mendengar arah busukmu mempercayai kalau inilah jalan terbaik dan kini kamu menoleh kembali menyalahkan yang tak salah dan menetupi kesalahanmu , kau ingin malu tapi kamu mempermalukan kami, wahai kalian yang penuh malu menolehlah pada cucumu yang buruk berbaliklah pada keturunanmu yang buruk, kamu,kami punya hal buruk bukankah menutup aib sesama itu mulia? namun menurut kalian aib murni tak ada kalian lahir suci bersih tak bernoda/.............................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ku ingin ke jogja

Lebih baik tak pernah ada temu dari pada harus merindu berjumpa Lebih baik tak ada kenangan dari pada lelah harus terus mengenang Tidak  Leb...