12/17/15

Go On Dreaming


Hujan keras membuat kita memiliki lebih banyak waktu di rumah
dan menghasilkan pemikiran yang baru tentang apa yang sedang kita alami
dan apa yang sedang ingin kita kejar,,

memiliki gaya hidup yang serba ada itulah menjadi puncak pencarian orang selama ini berharap segera mapan dan bisa memiliki semua yang di inginkan bukan hanya di butuhkan.
akhir akhir ini aku sering menghadiri seminar yang semua pemateri hampir saja menyumbangkan 99% semangatnya kepada yang hadir tetapi sayang 99% itu kadang hanya melahirkan 0,4 % yang tetap semangat berjuang dan tetap optimis setelah itu kembali pusing memikirkan apa yang sedang ia kejar dan apa yang ia inginkan kedepannya.

seperti saat ini,,
aku hampir setiap hari membaca artikel tentang orang yang sedang sukses atau melihat karya karya orang yang dulunya belum berkarya, ada yang rilis novel ada yang promosi Film ada yang sukses mencapai target usahanya, kadang aku bertanya mengapa seolah olah mereka dengan mudahnya menggapai passion mereka, seolah olah mereka dengan gampang meraih apa yang ia inginkan, sepertinya jalan selalu terbuka luas untuknya

tidak seperti aku,,
kesuksesanku seperi siput dari tahun ke tahun itu saja belum ada pencapaiannya yang berarti atau prestasi yang membanggakan, hujan tahun ini sama dengan hujan tahun lalu dan tahun yang lalunya, masih tentang mimpi yang terus berombang ambing masih jauh samapai ke tujuan, ini bukan seperti menyerah melainkan sedang berfikir mengapa aku hanya begini terus menerus, mengapa aku hanya menghabiskan 24 jam yang hanya serasa 5 jam saja

aku butuh dorongan,,
dorongan yang bukan sekedar ikut seminar atau workshop motivasi tetapi aku butuh penyemangat 25 jam nonstop, aku tahu aku extrovet yang terus membutuhkan semangat dan asupan energi meraih mimpi tetapi dimana aku bisa menemukan kantong semangat itu?

passion dan arahku yang masih terus berganti
bahkan aku sudah tak tahu harus menjawab apa ketika di tanyakan tentang apa cita-cita ku tak seperti waktu aku SD dengan lantang berteriak "Guru aku ingin menjadi Guru" tidak seperti masa SMP yang dengan siap mengarah menjadi penulis yang terkenal atau seperti saat SMA yang semua tahu aku ingin menjadi seorang Psikologi tapi kini, aku tak tahu arah impianku lagi



Masa kuliah ini seolah olah aku meninggalkan 100 lembar cita-citaku dan berganti "asal aku punya kerjaan tetap dan berpenghasilan baik"  kemana perginya semangat juang yang selalu aku genggam? kenapa seolah olah aku kembali kepikiran kanak kanak yang penting sudah ada.

aku butuh kembali semangat
di setiap akhir malam ku berdo'a agar segera bisa melihat bintang jatuh dan menerpa wajahku agar sinar terangnya kembali membuatku ada.
aku butuh penyemangat yang baru yang belum pernah aku lihat sebelumnya atau belum pernah aku terapkan sebelumnya, semacam ??
Keajaiban

*17 Desember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ku ingin ke jogja

Lebih baik tak pernah ada temu dari pada harus merindu berjumpa Lebih baik tak ada kenangan dari pada lelah harus terus mengenang Tidak  Leb...