12/08/16

Buku Tentang Rindu

Aku telah acuhkan rasa rindu yang bergerumuh di benakku aku tak tahu lagi rindu itu berasal dari mana dari hati atau jiwa entah di mana

Rindu itu telah bertumpuk sejadi jadinya hingga menggunung dan menjadi lupa diri dari mana asalnya

Kesombonganpun mulai terasa ketika sudah pura-pura tak merindu lagi hanya menyaksikan diri menangis meminta nostalgia

Hanya nostalgia yang mampu mengetuk pintu rindu lalu kembali menutupnya dan memutuskan untuk pergi

Sangat sayang sekali bila rasa ini telah mati karena hanya merindu itupun  rindu yang tak berbalas

Sungguh menyakitkan namun hanya satu lorong tujuannya yaitu dilalui

Nb : Catatan diatas tdk berkaitan sama sekali Dengan judul dan foto

buku rindu tere akhirnya kamu milikku

Aku selalu bertanya pada hembusan angin malam kapan manusia manusia lepas dari rindu tapi malam tak menyambungkan

Tetapi ketika mentari pagi tiba
Angin menitipkan pesan pada embun
"Rindu akan punah bersama hilangnya cinta" Lalu embun pergi bersama matahari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ku ingin ke jogja

Lebih baik tak pernah ada temu dari pada harus merindu berjumpa Lebih baik tak ada kenangan dari pada lelah harus terus mengenang Tidak  Leb...