Seperti biasanya dan hakekatnya kalaulah tak ada yang tahu arah perpisahan itu terjadi walau ada firasat namun terjawab setelah kejadian menjelang kepergiannya tak ada firasat atau rasa semacam itu hingga tak ada pedan tertentu yang membahawa pada ucapan perpisahan atau semacam kalimat akhir dari pertemuan
Menjelang kepergiannya tak ada varian pagi yang berbeda aktivitas tetap berjalan jinggapun tak tampak hingga sore hingga berita itu hadir menggelapkan seluruh penglihatan, sesak di dada membuktikan begitu tetkejut mendapat kabar kepergiannya hingga rasa menangis bukan lahi pilihan air mata membeku menjadi suara menyalahkan keadaan tak percaya dan malah marah kepadaNya
Namun setelah kepergiannya begitu banyak gading yang ia tinggalkan hingga berat rasanya memahat gading yang super besar itu dengan kerinduan hingga mengecil menjadi gantungan hati untuk tetap mengingatnya
Kini kerinduan itu mengeras dan membatu tak tercairkan lagi hingga awan senja terus mengukir namanya dan mengirimkan ribuan pinta agar dia bersamaNya di sana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar